- Membersihkan vagina dengan cara membasuh bagian di antara vulva (bibir vagina) secara hati-hati menggunakan air bersih dan sabun yang lembut setiap habis buang air kecil, buang air besar dan ketika mandi. Seandainya alergi dengan sabun yang lembut sekalipun, bisa membasuhnya dengan air hangat. Yang penting adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang yang ada disekitar vulva di luar vagina. Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina. Gunakan air bersih, lebih baik lagi air hangat, tapi jangan terlalu panas karena bisa menyebabkan kulit yang sensitif di daerah vagina melepuh dan lecet. Setelah itu, sebelum pakai celana lagi, keringkan dulu menggunakan handuk atau tissue yang tidak berparfum.
- Kebersihan daerah kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali di saat mandi. Selalu gunakan celana dalam yang bersih dan terbuat dari bahan katun (100%). Bahan lain misalnya nylon dan polyester akan membuat gerah dan panas sehingga vagina menjadi lembab. Kondisi ini sangat disukai bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Apalagi, kalau termasuk wanita yang aktif dan mudah berkeringat. Jika suka, bisa menggunakan panty liners atau pembalut tipis sekali pakai untuk melapisi pakaian dalam dan menjaga vagina dari kelembaban yang berlebihan. Apabila ingin menggunakan panty liner, pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam.
- Pada saat haid, gunakan pembalut berbahan yang lembut, menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang bisa membuat alergi (misalnya parfum atau gel) dan merekat dengan baik pada celana dalam. Pembalut ini perlu diganti sekitar 4 sampai 5 kali dalam sehari untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang berkembang biak pada pembalut, dan menghindari masuknya bateri tersebut ke dalam vagina.
- Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh vagina.
- Jangan gunakan spray (semprotan) vagina, karena mengubah keseimbangan pH vagina dan memicu infeksi.
- Hindari menggunakan handuk atau washlap milik orang lain untuk mengeringkan vagina kita.
- Hindari celana ketat dan ganti pakaian segera setelah berolahraga.
- Mencukur sebagian dari rambut kemaluan untuk menghindari kelembaban yang berlebihan di daerah vagina.
- jika mengalami keputihan berupa cairan berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, segera periksakan ke dokter. Bagaimanapun, evaluasi sebaiknya tetap dilakukan untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab keluarnya cairan dari vagina tersebut. Cairan tersebut akan diambil untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Apabila benar ditemukan adanya infeksi, dokter akan memberikan terapi antikuman yang disesuaikan dengan kuman penyebabnya. Keputihan akibat infeksi yang tidak tuntas diobati dapat menyebabkan terjadinya perluasan dari infeksi dan menimbulkan beberapa penyakit lain seperti : infeksi saluran kemih, radang panggul, dan lain-lain. Penyakit-penyakit tersebut dapat berdampak pada kesuburan di kemudian hari.
- Hindari makanan yang banyak mengandung gula (gula akan menumbuhkan jamur sehingga wanita yang sedang melakukan pengobatan harus mengubah pola makannya).
Showing posts with label Haid. Show all posts
Showing posts with label Haid. Show all posts
Sunday, March 11, 2018
Keadaan keputihan sering hadir
bersamaan dengan kondisi haid. Namun, pada dasarnya kondisi keputihan terjadi
oleh 2 kategori. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara
fisiologis/normal dan secara patologis. Kondisi yang dimaksud dengan keputihan
fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal,
seperti menjelang atau setelah haid, stres, kehamilan, dan pemakaian
kontrasepsi. Sementara keadaan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul
akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi
parasit/jamur/bakteri. Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan vagina
setelah periode haid merupakan hal yang wajar ditemukan. Selama cairan tersebut
tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak
menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka tidak
perlu merasa khawatir.
Pada umumnya wanita merasakan
nyeri atau kram perut menjelang haid yang dapat berlangsung hingga 2-3 hari,
dimulai sehari sebelum mulai haid. Jika Anda telah mengalami nyeri haid ini
sejak pertama kali haid, hal ini disebut dismenore primer, dan merupakan hal
yang normal atau fisiologis.
Nyeri perut saat haid atau dismenorea yang
dirasakan setiap wanita berbeda-beda, ada yang merasa sedikit terganggu namun
ada yang merasa sangat terganggu hingga tidak dapat menjalankan aktivitas.
Nyeri perut bawah yang seringkali
dirasakan menjelang haid sebenarnya wajar terjadi. Namun bagaimanapun, sensasi
nyeri haid yang ada dalam beberapa kasus merupakan kemungkinan akibat adanya
gangguan dari sistem reproduksi wanita yang dikenal dengan istilah dismenore
sekunder.
Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan
keluhan serupa dengan nyeri haid diantaranya:
- Endometriosis, yaitu suatu kondisi dimana jaringan yang melapisi uterus (rahim) yaitu endometrium ditemukan diluar uterus.
- Penyakit Radang Panggul, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus (rahim) dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.
- Stenosis Serviks, kondisi ini dikenal juga sebagai penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.
- Tumor (fibroids), yaitu perkembangbiakkan dari dinding dalam uterus (rahim).
Kemudian bagaimana caranya untuk
mengetahui nyeri haid yang dialami adalah tergolong nyeri haid yang normal atau
bermasalah? Jika nyeri haid timbul lebih lama dari 2-3 hari dan terasa sangat
berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, patut dicurigai adanya gangguan
yang mendasarinya dan sebaiknya segera memeriksakan ke dokter spesialis
kebidanan dan kandungan. Untuk sensasi nyeri yang dirasakan berlangsung selama
kurang dari 2-3 hari, Anda tidak perlu khawatir.
Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi
nyeri perut saat haid:
- Minum pereda nyeri berupa obat anti inflamasi yang memiliki kandungan seperti asam mefenamat atau ibuprofen. Namun, hati-hati bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan ginjal atau lambung. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda. Minum obat sesaat setelah makan dapat mencegah nyeri lambung.
- Tempatkan bantal hangat atau botol isi air hangat pada bagian punggung atau perut. Mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri.
- Istirahat jika diperlukan
- Hindari makanan yang mengandung kafein.
- Hindari merokok dan minum alcohol
- Menjaga berat badan tetap normal
- Pijat bagian punggung dan perut
- Lakukan olah raga secara teratur
Sindrom pre-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses terjadinya siklus haid wanita. Sekitar 80% - 95% wanita pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.
Gejala tersebut dapat diperkirakan. Acapkali terjadi secara teratur pada dua pekan periode sebelum haid. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Sebagian kecil dari kalangan wanita antara usia 20 hingga 35 tahun dapat mengalami sindrom pra-haid dengan sangat hebat pengaruhnya. Terkadang mengharuskan mereka beristirahat dari kesibukan rutinitias hariannya.
Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan. Gejala tersebut terjadi sekitar dua pekan sebelum haid dan seringkali dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS, antara lain:
- Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksemia).
- Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
- Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun).
- Stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).
- Diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS).
- Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS.
- Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).
Ada 4 tipe PMS dan setiap tipe
memiliki gejalanya sendiri:
- PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.
- PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.
- PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.
- PMS tipe D (depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.
Ada pula kram perut pada hari
pertama atau satu hari menjelang datang bulan. Banyak wanita yang mengeluh
sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk
PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS. Kram pada waktu haid atau
nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang
hebat, atau dinamakan dismenorea, seringkali sangat mengganggu aktivitas
wanita, bahkan mengharuskan penderita beristirahat ataupun sampai meninggalkan
pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari.
Dismenorea memang bukan PMS.
Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ
reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid.
Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengan PMS yang mulai terasa 10 - 14
hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea
membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak
demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi
menderita PMS.
Definisi
Metroragia adalah perdarahan yang
tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Metroragia merupakan suatu
perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia,
haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih
sedikit. Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid, namun keadaan ini sering
dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak.
Klasifikasi
- Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik.
- Metroragia diluar kehamilan
Penyebab
- Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia), hormonal.
- Perdarahan fungsional:
- Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.
- Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.
Definisi
Penyebab
Hipomenorea disebabkan oleh
karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun
maupun gangguan hormonal
Definisi
Menoragia atau hipermenorea
adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 80ml/hari)
atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan
darah sewaktu haid. Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari,
selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari.
Gejala
- Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
- Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari
- haid berlangsung lebih dari 7 hari
- Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah
- Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia. Terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.
Penyebab
Timbulnya perdarahan yang
berlebihan saat terjadinya haid (menoragia) dapat terjadi akibat beberapa hal,
diantaranya:
- Adanya kelainan organik, seperti:
- infeksi saluran reporduksi
- kelainan koagulasi (pembekuan darah), misal : akibat von willebrand disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
- Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
- Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
- Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
- Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obatobatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan.
Definisi
Ketika seorang wanita mengalami
siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari),
hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea akan
mengalami haid hingga dua kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang
teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari
biasanya. Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia
merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada
metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang
dikeluarkan lebih sedikit.
Penyebab
Timbulnya haid yang lebih sering
ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya.
Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada
aksis hipotalamushipofisis-ovarium.
Ketidak seimbangan hormon
tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur)
atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid
normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon
dapat terjadi pada:
- 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
- Beberapa tahun menjelang menopause
- Gangguan indung telur
- Stress dan depresi
- Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
- Penurunan berat badan berlebihan
- Obesitas
- Olahraga berlebihan, misal atlit
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, NSAID, dll
Pada umumnya,
polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita
polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus
menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan
hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus.
Disamping itu,
polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan
karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi
(proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali
mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.
Definisi
Oligomenorea merupakan suatu
keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah
perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami haid
yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus haid
berlangsung lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea
sekunder.
Penyebab
Oligomenorea biasanya terjadi
akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis
hipotalamus-hipofisis-ovarium. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya
siklus haid normal menjadi memanjang, sehingga haid menjadi lebih jarang
terjadi. Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid
pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Oligomenorea
yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena
kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium pada awal
terjadinya haid pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul
gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, oligomenorea dapat
juga terjadi pada:
- Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)
- Stres dan depresi
- Sakit kronik
- Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
- Penurunan berat badan berlebihan
- Olahraga berlebihan, misal atlit
- Adanya tumor yang melepaskan estrogen
- Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah haid
- Penggunaan obat-obatan tertentu Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus, dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Pemeriksaan ke dokter kandungan harus dilakukan ketika oligomenorea berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan
Definisi
Amenorea adalah keadaaan tidak
terjadinya haid pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa
sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Amenorea
sendiri terbagi dua, yaitu:
- Amenorea primer, yaitu keadaan tidak terjadinya haid pada wanita usia 16 tahun.
- Amenorea sekunder, yaitu tidak terjadinya haid selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea/jumlah darah haid sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus haid biasa.
Penyebab
Penyebab tersering dari amenorea
primer adalah:
- Pubertas terlambat
- Kegagalan dari fungsi indung telur
- Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)
- Gangguan pada susunan saraf pusat
- Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah haid, dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal
Penyebab terbanyak dari amenorea
sekunder adalah kehamilan, setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode
kontrasepsi. Jika sebab-sebab tersebut bisa disingkirkan, maka penyebab lainnya
adalah:
- Obat-obatan
- Stres dan depresi
- Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
- Gangguan hipotalamus dan hipofisis
- Gangguan indung telur
- Penyakit kronik Tanda dan Gejala Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya haid pada usia 16 tahun, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara, perkembangan rambut pubis), atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan haid padahal sebelumnya sudah pernah mendapatkan haid. Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya amenorea.
Penting bagi wanita untuk selalu
mempertahankan pola makan yang sehat untuk mengurangi efek negatif yang sering
dialami saat haid. Berikut beberapa panduan mengenai asupan nutrisi dan gizi
yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama haid:
Pada periode haid normal, wanita akan kehilangan darah sebanyak kurang lebih antara 10-80cc darah dalam sehari. Sementara mereka yang mengalami haid yang lebih berat akan kehilangan darah lebih banyak. Sehingga kehilangan cairan tersebut harus digantikan dengan minum air yang cukup
.
· Sementara dalam darah yang terbuang terkandung
zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh. Jika seseorang mengalami kekurangan zat
besi maka gejala yang umum timbul berupa lelah, pucat, rambut rontok, mudah
marah, lemah, dan gangguan fungsi pertahanan tubuh. Untuk mencegahnya,
sebaiknya setiap wanita mecukupinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung
zat besi. Makanan yang banyak mengandung zat besi diantaranya daging, ayam,
ikan, kacang-kacangan dan sereal. Namun hati-hati karena ternyata daging dan
produk dengan bahan dasar susu dapat meningkatkan produksi prostaglandin yang
memicu nyeri.
·
Keluhan lain yang sering dialami saat haid
berupa konstipasi atau gangguan pencernaan. Makanan yang dapat membantu
mengurangi gejala tersebut adalah sayuran.
·
Pastikan mengonsumsi kalsium yang cukup,
setidaknya 1200 mg/hari. Sumber kalsium yang baik ditemukan pada susu rendah
lemak, kedelai atau susu beras, tofu, yogurt, brokoli dan salmon. Kalsium dapat
membantu mempertahankan tonus otot dan mencegah kram dan nyeri perut. Konsumsi
karbohidrat kompleks seperti roti gandum, buah segar dan sayuran.
·
Tingkatkan konsumsi magnesium dalam makanan
sebanyak 200 mg/hari. Makanan yang kaya akan magnesium terdapat pada
kacang-kacangan, tofu. Magnesium baik untuk mengoptimalisasi kapasitas tubuh
dalam menyerap kalsium dan mengurangi kram perut
·
Konsumsi vitamin E, suatu antioksidan yang dapat
mengatasi beberapa gejala pre haid dan juga memberi manfaat pada sistem
sirkulasi. Wanita membutuhkan 8 mg/hari. Makanan yang mengandung vitamin E
termasuk alpukat, kuning telur dan hati. ·
Makanlah makanan yang kaya akan vitamin B6 yang dapat membantu metabolisme
protein dan sel darah merah dan telah dilansir dapat mengurasi depresi. Sumber
vitamin B6 diantaranya kentang, pisang, dan oatmeal. Kebutuhan akan B6 sebanyak
100 mg/hari.
·
Pastikan Anda mendapat vitamin C dan zinc yang
cukup, karena zat gizi tersebut merupakan pendukung kesehatan sel telur wanita
dan sistem reproduksi.
Makanan yang perlu dihindari atau
dikurangi konsumsinya :
- · Mengurangi konsumsi garam dapat membantu mencegah perasaan kembung,.
- · Kurangi konsumsi kafein, gula dan alkohol karena dipercaya dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh.
Proses alamiah haid terjadi pada setiap wanita yang beranjak dewasa. Proses haid diiringi oleh beberapa gejala yang terjadi pada tubuh. Perubahan fisiologis dalam tubuh wanita secara berkala ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Keluarnya darah dari kelamin merupakan indikasi jelas pada proses haid. Untuk beberapa kasus, terdapat gejala-gejala lain yang muncul seiring dengan proses haid, antara lain:
·
- Perut terasa mulas
- Mual
- Nyeri ketika buang air kecil
- Diiringi meriang atau demam dan peningkatan suhu tubuh
- Sakit kepala dan pusing
- Keputihan · Radang pada vagina
- Gatal-gatal pada kulit
- Meningkatnya temperamen emosi Nyeri dan bengkak pada payudara
Pola Makan Mempengaruhi Siklus Haid
Pola makan diyakini membawa
pengaruh pada siklus haid. Selain pentingnya pemilihan kandungan nutrisi dan
asupan gizi, pola makan yang teratur dan baik memberikan banyak keuntungan
serta kebaikan kepada tubuh secara menyeluruh ketika haid maupun ketika tidak
haid.
Makanlah dalam porsi kecil dan
lebih sering, agar tidak menyebabkan perasaan tidak nyaman pada perut namun
tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi makanan yang sehat seperti
buahbuahan segar, sayur, dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.
Hal penting lainnya adalah asupan nutrisi dan
gizi. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja
kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid
yang ada.
Bagaimanapun, lakukanlah pola makan secara
teratur. Apapun yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Makan terlalu sering
ataupun makan terlalu jarang karena dalam diet yang ekstrim tidak memberikan
kebaikan apapun pada tubuh.
Seperti halnya pola makan, jika
terdapat ketidakseimbangan dalam pola asupan dan kualitas gizi, maka akan
berpengaruh pada kelancaran siklus haid pula. Bahkan ketidakseimbangan tersebut
memberikan dampak pula pada terhentinya siklus sama sekali (amenorea).
Haid merupakan bagian dari proses
mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan
beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh
hipotalamus, kelenjar di bawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan
daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan
sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh jika wanita itu hamil.
Hormon memberi sinyal pada telur
di dalam indungnya untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur
dilepaskan dari indungnya dan mulai bergerak menuju tuba falopii terus ke
rahim. Jika telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim,
lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan
dikeluarkan melalui vagina.Periode pengeluaran darah dikenal sebagai periode
haid, berlangsung selama 3-7 hari. Jika seorang wanita menjadi hamil, haid
bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya haid bulanan merupakan
tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan
dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah atau urin sederhana.
Panjang siklus haid ialah jarak
tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari pertama
terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus haid (hari ke-1),
siklus berakhir tepat sebelum siklus haid berikutnya. Siklus haid berkisar
antara 21-40 hari, hanya 10- 15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tetapi
variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada
wanita yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar. Jarak antara siklus
yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke (mulainya haid) dan
sesaat sebelum menopause (berhentinya haid). Panduan Kesehatan Muslimah 2 dr.
Avie Andriyani Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari
diikuti darah sedikit-sedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang
keluar rata-rata + 16 cc, pada wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih
banyak begitu juga dengan wanita yang anemia.
Pada awalnya, siklus mungkin
tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam
1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama
siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya haid bisa diketahui
dengan membuat catatan pada kalender. Dengan menggunakan kalender tersebut,
tandailah siklus haid setiap bulannya. Setelah beberapa bulan bisa diketahui
pola siklus haid, dan hal ini akan membantu dalam memperkirakan siklus yang
akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai
tanda silang berikutnya dengan demikian dapat diketahui siklus haid.
Setiap bulan, setelah hari ke-5
dari siklus haid, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan
terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi
pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu
tuba falopi dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi
pembuahan, sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika
tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan
(hari ke-1 siklus haid). Perdarahan ini berlangsung selama 3 – 5 hari kadang
sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai
lagi pada siklus berikutnya.
Haid merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke (mulainya haid) sampai terjadinya menopause (berhentinya haid). Haid terjadi pada wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil. Haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala (tiap bulan) dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam reproduksi.
Haid pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal), sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron. Haid bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang wanita sudah memasuki masa suburnya. Karena secara fisiologis, haid menandakan telah terbuangnya sel telur yang sudah matang. Haid merupakan bagian dari proses mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan.
Di dalam buku “Darah Kebiasaan Wanita” yang ditulis oleh Syaikh Utsaimin, disebutkan mengenai pengertian haid. Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut arti syara’ ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan pada waktu tertentu. Jadi haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh karena haid adalah darah normal, maka darah tersebut berbeda sesuai kondisi, lingkungan dan iklimnya, sehingga terjadi perbedaan yang nyata pada setiap wanita.
Secara medis, keadaan haid atau menstruasi adalah proses alami yang dialami setiap wanita, yaitu terjadinya proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Proses ini umumnya terjadi pada saat wanita memasuki usia 10-12 tahun.
Proses haid
diiringi dengan keadaan keluarnya darah dari kelamin kewanitaan. Dimana proses alamiah ini terjadi rata-rata sekitar selama 2 hari sampai 8 hari. Darah yang keluar rata-rata sebanyak antara kisaran 10ml hingga 80ml per hari. Adapun siklus haid yang normal adalah rata-rata selama 21-35 hari.







